Rabu, 18 Juni 2014

Ketika matahari terbit dari ufuk timur. Ketauhilah bahwa tuhan memberikan harapan baru untukmu. Dia memberikan kesempatan untukmu merubah takdir mu. Membenahi kesalahan mu dihari kemarin, mengobati luka orang-orang yang mungkin pernah kau sakiti hatinya. Atau sekedar memberi mu kesempatan untuk belajar agar dapat kau pergunakan di masa nanti.

Waktu adalah pedang. Setelah ditebas tak akan pernah kembali. Yang bisa dilakukan hanyalah penyesalan. Setiap orang memikirkan penyesalan begitu dalam. Menyadari betapa bodoh nya mereka karna membuang kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tapi, penyesalan hanya membawa hasil yang nihil. Penyesalan selalu datang di akhir. Dan ke egoisan selalu membayangi.

Mungkin kita pernah mengalami kisah yang sama. Merusak tombol replay pada playlist yang kita putar. Entah berapa kali lagu itu kau putar. Rasanya telinga mu tak pernah mau berhenti mendengarkan nya. Ketika kau mendengar lagu itu. Ada sebuah kesejukan, ada sebuah kedamaian yang kau rasakan dalam hatimu. Ketenangan jiwa yang membuat simpul indah di ujung bibirmu.

Lagu itu bisa membantumu. Dan mungkin ketika kau memutar berulang ulang lagu itu. Ada sebuah bayangan sosok sesseorang yang terpikirkan dalam angan mu. Entah siapa orang itu. Tapi, dia cukup hebat. Karna dia bisa berada dalam hatimu, dalam pikir mu. Walau pun kau tak pernah tau. Apakah kau juga ada dalam pikir nya.

Kau selalu membayangkan sosok nya. Sosok yang dengan bebas nya mengacaukan nurani mu. Dengan tiba-tiba bisa membuat hari mu lebih berwarna dari sebelumya. Dia memberikan sentuhan warna yang berbeda ketika kau terbangun dan merasakan rasa penasaran yang begitu dalam. Tak akan pernah cukup. Dan tidak akan cukup berapapun waktu yang kau gunakan untuk memikirkan nya. Mimpimu  sudah benar-benar tersusun indah bersama nya. Namun, ketika kau tau bahwa kenyataan tak pernah berjalan seindah mimpi.

Kau tak perlu menangisinya. Mengoyak batinmu dengan angan angan yang sebenarnya tak perlu kau pikirkan. Kau seseorang yang kuat. Tak perlu orang lain datang untuk menghancurkan mu. Kau hanya perlu menegakkan kepala untuk menghadapi angin. Bumi akan terus berputar. Hanya tinggal bagaimana pilihan mu. Bumi yang akan menindasmu dibawah putaranya atau kau yang akan berdiri dengan kaki mu sendiri dan menunjukan kepada bumi bahwa kau tak sepengecut itu untuk ditindasnya. Kau yang akan menaklukkan putaranya.


Ada sungai yang mengalir dalam hatimu. Dimana air nya adalah sumber ketenangan jiwamu. Kau bisa menghidupi siapa saja yang berada disekitarmu. Dengan air mu yang membawa sejuta kesejukan. Air itu tak akan pernah berhenti untuk mengalir. Mengaliri tubuh mu yang terus berusaha mencari tempat pernaungan dimana hati mu dapat tinggal. Akan ada tempat dimana air di sungai mu mendapatkan hulu nya. Dan disana lah. Tempatmu untuk pulang . . .

Posted on 04.28 by Unknown

No comments

Senin, 16 Juni 2014

Assalamualaikum Wr. Wb.

Haloo, selamat siang/sore/malam. Coret aja yang gak perlu. Tergantung kapan kalian baca blog ini. Jadi sesuai in sendiri ya non.

Oke Anyway. Yang udah Ujian Nasional pasti sekarang udah terima daftar nilai nya kan. Gimana perasaan nya ? Alhamdulillah ? atau Naudzhubillah ?

NB : Ujian Nasional SMP ya. Bukan SMA. Apa lagi SD. Unyu banget gue mbahass Ujian SD. Orang gue nya aja udah SMP.

Buat kalian yang Nilai Ujian nya memuaskan. Dapat ucapan selamat dari Alya Hafizha Syahidna. Congratulation!

Dan, buat kalian kalian yang Nilai nya mungkin Pas-pas an. Bersyukurlah. Pas-Pas an itu Berkah asal kalian tau. 
(Pas buat masuk SMA faforit, Pas buat bikin orang tua bangga, Pas juga buat buktikan ke Haters kalian kalau kalian itu bisa) Haha, jadi jangan mandang remeh sama kata Pas-Pas an. *The power of pas-pas an.

Ujian Nasional Udah berakhir. Hasilnya pun sudah dibagikan. Jadi, Sekarang kalian udah resmi menyandang gelar Alumni. Pasti nya juga sekolah masing-masing ngadain dong ya acara Farewell Party buat kelulusan.

Meluapkan kegembiraan atau mengapresiasikan Kelulusan itu gak Harus konfoy konfoy gak jelas di jalan-jalan sama kejar-kejaran lari dari Polisi. Apalagi Sampai corat-coret Baju Biru putih nya. Itu eman-eman banget kalau kata orang jawa. Kenapa ? Sola nya kalian juga butuh baju itu buat daftar ke SMA. Waktu MOS juga kalian pasti masih pakai baju Biru putih itu. Terus gimana kalau udah dicorat coret ? Mau pakek apa waktu MOS ? Mau pakek baju bebas, atau Mukena ? yang ada senior senior pada mandi in kalian di kali Grogol.

Oke. Sama satu hal lagi yang menurut ane penting dan perlu dibahas adalah masalah Cheaters yang berkembang biak sangat pesat. Buat kalian yang nilai nya Jatuh atau kurang dan kalah sama yang pakai kunci jawaban. Gak usah berkecil hati. Allah gak semudah itu memberikan hasil yang memuskan kepada hambanya yang berbuat curang. Memang sekarang mereka berbangga dengan hasil yang menurut beberapa orang itu Sangat membanggakan. Tapi, sebangga apapun mereka. Mereka akan tetap menemukan kesulitan suatu saat nanti. Kesulitan yang sama yang dirasakan teman-teman mereka yng berusaha dengan keras tapi karna kecurangan mereka. Mereka menjadi tersisih dan harus mengalah.

Lalu, siapa yang akan disalahkan kalau semua seperti ini ? Pak Menteri ? Kepala sekolah ?  Guru ? lembaga bimbingan belajar ? Siswa yang curang ? atau, tukang siomay langganan gue yang gerobak nya warna biru ? *Sabar ya bang siomay.

Gak ada yang bisa disalahin tentang ini. Giaman pun. Mereka juga berusaha buat nyari Kunci Jawaban smpai harus rogoh kocek percuma buat beli kunci jawaban itu. Belum juga kalau kunci nya salah. Rugi kuadrat. Jadi intinya. Gak usah pakek kunci supaya sama-sama adil.

nyalahin Pak. Menteri ? mungkin taun depan gak usah ada Ujian Nasional kenapa toh. Yang dinilai itu kan proses nya bukan hasil akhirnya. Ketibang kayak gini buanyak banget yang curang. Meding sekalian aja nda usah ada Ujian Nasional. Bener toh ya *Coblos saya jadi presiden

Terus siapa lagi selanjutnya. Nyalahin keadaan ? Emmm ya nggak salah itu juga. Tapi ya bisa jadi. Kenapa yang gak pakek kunci gak ikut2 an pakek kunci sekalian. Kan nanggung gitu. Sekalian aja gitu satu sekolahan pakek kunci. Terus waktu ngerjain Ujian nya Dibuat per-kelompok *3 hari kemudian sekolahnya ditutup.

Tapi pada intinya. Kita harus tetep maju. World keep moving and I’ll keep on standing. Masalah kecurangan itu udah ada hakim nya sendiri yang ngatur. Jadi kita nda perlu bingung-bingung ngurusi mereka. Mending ngurusi nilai sendiri aja yang gak tau nasibnya mau dibawa kemana ‘-‘9

Ya udah lah ya. Sekarang tinggal berdo’a lebih banyak lagi sama Allah SWT semoga kita semua diterima di Sekolah lanjutan yang kita semua impikan. Yang kita semua inginkan. Berjuang dengan lebih giat lagi untuk membanggakan orang tua. Semakin besar dan semakin tinggi pohon itu tumbuh. Pasti angin yang menerpa juga akan semakin kuat. Atau bahasa ilmiah nya. Setinggi apapun cita-cita kita nanti yang udah kita gantungin setinggi langit. Pasti bakal banyak banget perjuangan untuk mendapatkan nya. *Lagian siapa toh yang nyuruh naruh cita-cita dilangit kan bahaya kalau jatuh. Sakit nya tu disini *Nunjuk pantat*

Wes nda usah mikir hal-hal yang Cuma bikin kita sakit. Positif thinking Wae. Kita 
bisa kok. Pati Bisa. There is no rainbow without Rain. 
Oke

Sekian.

Wassalamualaikum Wr. Wb



Posted on 00.52 by Unknown

No comments

Jumat, 06 Juni 2014

Assalamualaikum Wr. Wb.

Haloo

IYA Haloo

Ini beneran Halooo

Serah deh.

Episode pada kali ini saya akan membahas tentang Sosok Malaikat tak bersayap. Ini bukan Lebay atau Alay. Tapi, Ini serius.

Malaikat ini sosok yang baik. Ramah. Dan yang jelas dia perempuan.

Dia Ibu mu. Dia Mama mu. Dia Bunda mu. Sesosok Wanita yang berjuang keras mempertaruhkan nyawa nya demi kelahiran mu. Dia yang menjaga mu. Dia yang merawatmu dari kamu yang semula hanya segumpal darah dan daging. Dan sekarang kamu dapat berjalan, Berlari, Bermain, Tertawa, Dan beranjak Dewasa. Namun, pada akhirnya. Kamu lupa pada Wanita itu. Dia juga beranjak semakin senja. Dan akhirnya Tiada . . .

Malam kemarin. Ada sebuah mimpi yang saya alami. Entah apa arti mimpi itu namun, efeknya begitu terasa sampai sekarang.

Saya bermimpi bahwa, Ibu saya Kecelakaan dan beliau meninggal. Tapi, untung itu hanya mimpi. Saya tidak mau itu benar-benar terjadi.

Aneh nya. Ketika saya terbangun. Air mata itu benar-benar ada. Dalam tidur saya. Saya benar-benar menangis. Jam 4 subuh hingga matahari muncul saya masih belum bisa melupakan hal tersebut. Dan saat itu saya bertanya pada pencipta saya. Apa ini ?

Saya mencoba untuk menenangkan diri. Dan, saya berpikir jauh lebih dalam dan lebih menggunakan nurani saya. Mungkin ini teguran karna saya sering mengabaikan beliau.

Dan, di pagi itu. Saya bertemu dengan sosok wanita hebat itu. Saya melihat ibu saya. Saya melihat matanya. Aku sayang ibu. . .                                                                        
Ahh. . Tapi, aku terlalu pengecut untuk mengucapkan itu didepan nya.

Dan pada hari itu saya merasa saya sangat ingin selalu berada didekat ibu saya. Dia lah tempat ternyaman saya.

12 Jam berlalu

Ada sebuah pesan yang saya terima. Pesan itu mengatakan bahwa. Mama dari seorang teman saya. Meniggal dunia. Innalillahi. Dia menyerah terhadap penyakit kanker nya. Beliau meninggalkan seorang suami dan 3 orang anak. Dan, salah satu nya adalah teman saya.
Saya berpikir. Apakah ini semua ada kaitanya?

Di hari berikutnya. Saya mencoba menemui teman itu. Saya melihat wajah nya begitu sayu. Salah satu keluarganya bercerita bahwa. Dia baru mau keluar kamar setelah saya dan beberapa teman saya menjenguknya.

Begitu berat cobaan nya. Dia memang sangat dekat dengan mama nya.
Saya mencoba mengambil hikmah dari semua ini.

Lewat mimpi saja saya bisa begitu kaget. Bagaimana jika memang sudah waktunya ? saya tidak tau apa yang akan terjadi.

Mungkin tidak akan ada lagi yang membangunkan saya, mengingatkan saya untuk makan, meyakinkan saya ketika saya ragu, mengarahkan saya ketika saya sedang berantakan, atau bahkan yang mengimami saya sholat ketika ayah saya tidak bisa.

Siapapun tidak tau apa yang akan terjadi di hari kemudian. Itu urusan Allah SWT. Saya sebagai manusia hanya bisa ikhtiar dan berdo’a.

Ini mungkin teguran untuk saya, dan siapapun diluar sana. Saya berharap ibu saya ada disamping saya sampai saya sukses kelak. Sampai saya mempunyai imam saya sendiri. dan membiarkan beliau melihat saya menjadi sosok ibu yang hebat seperti beliau.

Atau mungkin. Jika waktunya tiba nanti ijinkan saya yang berpulang duluan, karna saya tidak akan kuat melihat ibu saya pergi terlebih dahulu.

Untuk kamu teman. Berdo’alah, bawa lah nama ibumu dalam sholat mu. Peluklah dia dalam do’amu. Itu akan sedikit mengurangi beban nya disana. Kamu adalah sesok laki-laki hebat. Buat lah mama mu bangga disana J


Dari teman dan anak yang mencintai ibu nya . .

Posted on 01.19 by Unknown

No comments

Jumat, 30 Mei 2014

Assalamualaikum Wr. Wb. Haloo kita ketemu lagi. Epidose kali ini saya langsung mau To de Point masalah Hijab. Banyak yang belum tau masalah komitmen tentang Hijab. Dan, disini mungkin saya akan sedikit memberikan penjelasan ringan.

Untuk di ingat dan ini yang paling penting. Hijab itu bukan sekedar Pakaian. Hijab itu komitmen terhadap Allah SWT. Bagimana seorang muslimah memang diwajibkan memakai hijab saat sudah akhil baligh. Tapi, sekarang banyak to ya orangtua yang sudah mengenakan putrinya Hijab ketika mereka masih di usia Dini. Subhanallah.

Memakai Hijab itu Gak bisa sembrono. Tapi, setidaknya kita sudah sadar dan menunaikan ibadah yang memang kewajiban sebagai seorang muslimah yang baik. 

Banyak kok yang nyinyir masalah hijab di media social. Kalau memang nda tau apa itu hijab dan seperti apa komitmen mengenakan nya. Ya nda usah sok sok an negetif thinking. Kalau kalian menghina Hijab. Itu sama saja menghina Pencipta kalian. Itu bukan urusan dengan sesama manusia. Tetapi sudah menjadi urusan Allah SWT.

Nda ada perempuan yang dibilang jelek jikalau mengenakan Hijab. Semua perempuan itu cantik. Tapi, Alangkah lebih cantik jika ia mengenakan sebuah hijab untuk menutupi Auratnnya. Perempuan mengenakan hijab. Berarti dia sudah mantap dengan Komitmen nya. Dia menjaga teguh Kehormatanya sebagai seorang Muslimah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):             
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)           
                                                                                      
1.Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
2.Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan)
3.Hijab Itu Kesucian
4.Hijab Itu Pelindung
5.Hijab Itu Taqwa
6.Hijab Itu Iman
7.Hijab Itu Haya’ (Rasa Malu)
8.Hijab Itu Perasaan Cemburu

Ber Hijab itu sebenarnya juga ada syarat nya. Yaitu :
1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling kuat.
2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.
4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.
5. Tidak memakai wangi-wangian.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.

Yang berfikir bahwa Hijab itu menghalangi kecantikan wanita itu kurang Huhah! Banget. Karna kenapa. Hijab itu Justru membuat aura seorang wanita lebih adem jika ia mengenakan Hijab dengan ikhlas. Rasanya itu Dia lebih bisa menjaga harga Dirinya. Auratnya saja di jaga. Ditutup. Apalagi dengan harga dirinya. Iya kan ?

Untuk yang belum berhijab. Mantapkan dulu Hatinya. Insyallah setelah mengenakan Hijab. Pasti lebih Sejuk. Lebih merasa dekat dengan sang pencipta.
Dan, yang sudah memakai Hijab. Pertahankan Hijabnya. Dijaga juga pastinya. Sekian.

Wassalamualaikum :’)

Posted on 19.08 by Unknown

No comments

Selasa, 27 Mei 2014

Halooo. Oke kita ketemu lagi. Ma’afkan perempuan ini karna lama sudah tidak nge-blog. Blogger terkutuk macam apa ini. Wehehe =))

Episode kali ini saya akan membahas tentang peristiwa yang sedang saya alami. Yang mungkin berguna untuk kalian yang bernasib sama seperti sayaa.

Untuk yang orangtua nya masih utuh jaga mereka. Mungkin untuk sekarang kalian masih biasa-biasa aja. Kadang-kadang malah sebel gitu masih enak2 an tidur udah disuruh2 atau kita harus melakukan sesuatu kebiasaan yang sifat nya memaksa. Ini Indonesia sob. Negara hukum! (Apa an gak nyambung) efek nya emang nyebelin banget sekarang. Tapi itu buat kebaikan kalian juga dimasa depan. 

Kalian akan merasa kosong. Rasanya itu seperti ada yang kurang. Tapi kalau untuk sekarang kalian gak akan ngerasain. Tapi, liat nanti waktu kalian hidup sendiri. Nge-kost atau pisah jauh dari orang tua. Pasti kangen banget. Apa lagi kalau pisah nya itu gara2 maut. Tapi, jangan sampekyaa. Karna sayaa belum menjadikan mereka sebagai tamu Allah.

Dulu waktu kecil. Sayaa sering banget digendong ayah saya keliling lapangan. Jalan-jalan disawah sama liat sapi yang dengan bahagia nya makan rumput di lapangan. Dari dulu memang paling deket sama ayah. Mau pergi ajak dia. Mau makan di Luar juga ajak dia. Antara dekat dan minta dibayarin berbanding luruss.

Tapi sekarang. Waktu udah membatasi kita. Sekarang udah jarang keluar bareng lagi. Lebih sering bareng temen-temen kadang juga sama pacar. Walau sekarang sudah bermetamorfosis jadi mantan.

Dan didukung dengan keadaan beliau yang sekarang sudah mulai dikontrak dengan penyakit jantung koroner nya. Untuk yang belum tau Penyakit jantung koroner itu Merupakan suatu kondisi jantung yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, karena otot jantung mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen. Penyebabnya penyempitan pembuluh darah akibat menumpuknya lemak yang dikenal sebagai aterosklerosis.

Jadi sekarang ruang gerak kita terbatas. Jadi sudah nda mungkin saya ngajak 
beliau lari muter-muter senayan.

Oke. Yang orang tua nya masih sehat. Jaga mereka bener-bener. Ada sesuatu yang hilang rasanya kalau nda ada mereka. Jangan birin mereka pergi sebelum melihat anak-anak nya sukses. Dan, gak ada pasti nya anak yang nda pengen nge banggain orangtua nya. Jadi, anggaplah ini bayarang untuk menembus perlakuan dimasa kecil mu yang didedikasikan untukmu.

Sekian.


Posted on 00.46 by Unknown

No comments

Kamis, 15 Mei 2014

Once you discover you've been cheated on and betrayed by the one you cherished more than anything in this world, granting forgiveness will certainly be a hard thing to do, and forgetting: not possible! This individual who you trusted, who spoke their vows to you, shattered each of the promises they made on your wedding day. You feel all alone. You feel embarrassed, upset, anxious and resentful. Above all else, you would like things to be the way they used to be, the loving relationship you had before the affair. Before they cheated you loved each other deeply, and had a great marriage. Now you want to rebuild what you had, but the truth is you don't believe that there's any way that you'll be able to forgive your spouse. The ache simply goes far too deep. The trust you had before in your spouse is entirely gone. You already know you should forgive your spouse, however you believe that if you do they might fail you once again, and you simply don't believe that you could live through that. The idea of going through this yet again is a lot more than you can take.
You understand that if you wish to cope with this, and rebuild your relationship, you'll need to learn how to forgive your spouse.
First, you have to understand that you will not be able to go back to what you had before. If you try, you're going to be doomed to failure. You can't send yourself back to the past and pretend that nothing happened. THIS DID HAPPEN. Something caused this to happen. This horrid time you have been made to experience has caused changes to you and your spouse: changes you'll want to account for. For better or worse, you're not the people you used to be. The relationship you remember, the one you dream to go back to, must now be simply a memory.
But you CAN move forward: even though you are not able to forgive an affair.
You can move towards making your new connection just as good, or possibly even greater than your old one has ever been. It won't be the same, it can't be. What it can be is healthy and joyful and even stronger then it was before. To get it to that point it's important to make use of everything you have learned and are now learning to build a far better and stronger foundation then you had before. Using this newly built, sturdy foundation, you'll be ready to rebuild your relationship.
But what about the whole: "Forgiveness thing"?
What should you do if you discover that no matter exactly how much you would like to rebuild your relationship, you just are unable to forgive? You can still make all of the moves to rebuild your relationship. You can continue to move ahead: even if you can't forgive being cheated on by your spouse. If you follow this path, forgiveness may well gradually come your way. This path is called acceptance. As a result of acceptance you might find your way to forgiveness. You will be in a position to acknowledge what happened... after all it did happen. Those who have never been where you are now may believe that one could simply just choose to forgive... flick a switch: "There! It's done!" Doesn't work that way.
You may make the choice that you're going to forgive, but that's totally different then forgiving. A lot of people who have never actually been through this, confuse the two. You can choose to acknowledge what actually happened. By making this decision, you are actually opening your heart up to the idea that you could possibly forgive in the future, but for the time being you're going to move past what happened. By addressing what happened, and moving past it, you're once more in a position to move ahead. You'll be able to get started on the whole process of beginning to reconstruct your relationship.
Once you have done this, you're ready to learn what to do next. No matter what it seems like, you aren't the first person to have to go through this, and there are some amazing individuals who can show you what you need to do now. You just need to see just what the next steps are so that you may put together that stronger, more loving relationship.

Posted on 02.47 by Unknown

No comments

Rabu, 14 Mei 2014

Oke kali ini mungkin hawa-hawa nya lagi pas buat mojok (lagi) di pojokan kamar sambil nangis gigitin bantal.

Hal yang selama ini Mene dan teman-teman Mene takutkan akhirnya terjadi. Tanggal 14 Mei 2014 pengumuman Taruna Nusantara dikeluarkan *Jrengggg. Dan ternyata nama kita nda ada. Hanya satu dari kita yang lolos. Dia perempuan. Begitu beruntung nya dia.

Dari awal. Bahkan ketika mene di kelas VIII atau kelas 2 SMP. Mene udah mendambakan sekolah di Taruna. Yang memang gak sembarangan orang yang sekolah disana.

Siapa toh yo yang nda tau Taruna itu apa. taruna adalah sekolah Menengah Atas yang didirikan oleh yayasan Lembaga Perguruan Taman Taruna (LPTT) yang bertujuan mencetak anak muda yang mempunyai jiwa abdi Negara dan wawasan yang berkualitas. Itu yang bikin kita semua ingin mendapatkan sebuah pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Dan kita memilih Taruna Nusantara sebagai tempatnya. Tapi, ternyata Taruna tidak memilih kita -___-

Seminggu setelah pendaftaran dibuka kita harus ambil formulir di Kodim (ambil nya aja di Kodim betapa elitnya mereka) Bareng-bareng jam 2 siang jalan kaki itu rasanya perjuangan yang manis (walau hasilnya paitt) kita semua benar-benar memulai semuanya dari awal bareng-bareng dan berakhir dengan menguatkan satu sama lain (Tissue mana Tissue ‘-‘9) sampai juga kita harus dapat tanda tangan dari Kepala sekolah, Pak.Camat/Pak.Lurah, Lady gaga *Oke ini skip aja. Surat sehat dari dokter yang menyatakan kita sehat atau setengah geser, Legalisir dari Kantor catatan sipil, Sama persetujuan wali buat buku Nikah *Ini minta dibunuh. Ketika semua berkas sudah lengkap tinggal nunggu panggilan u/ tes Akademik di Malang, jawa timur.


Walaupun ini Cuma tanda peserta calon Siswa. Tapi, ada sebuah kebanggaan yang sedikit nyempil ketika kita bisa sampai di Malang. 

                                                     Pleasee. jangan liatin wajah nya --'



                             Ini 'Kita' yang sama-sama nge dapetin formulir panas-panas jam 2 siang. 
                                             *kalau ada yang nyari ane. itu yang pake Jilbab XD


Walau sekarang udah jelas kesempatan untuk sekolah di Taruna Nusantara udah ketutup. tapi, tenanglah. Allah memberikan apa yang kita butuhkan. mungkin siapa tau di SMA yang lain kita bisa mendapatkan pendidikan yang lebih nyaman dan membawa kita ke tempat yang lebih baik. dan langkah kita semoga membawa kita ke Sukses.

Untuk Shintia Novia Sari. Selamat. lanjutin perjalanan kamu di Taruna. Bikin bangga kita disini. dan, lanjutin perjalanan kita yang udah gak kesampaian ini di Taruna Nusantara


Life Must Go on!






















Posted on 03.28 by Unknown

No comments